“Bersama Rakyat TNI Kuat”, Semangat Persatuan Mengiringi Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Bantarkawung

BREBES – Semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong terus mewarnai pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada Selasa (16/06/2026), kebersamaan antara TNI dan masyarakat kembali terlihat nyata di lokasi pembangunan, menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap kokoh di tengah berbagai tantangan dan isu yang berupaya memecah belah persatuan bangsa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Ciraja tersebut tidak hanya menjadi proyek pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya persatuan antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah demi kepentingan bersama. Sejak awal pembangunan, warga dan anggota TNI selalu bekerja berdampingan, saling membantu, dan bergotong royong dalam setiap tahapan pekerjaan.

Di tengah berbagai dinamika sosial yang berkembang, semangat kebersamaan yang terjalin di lokasi pembangunan menjadi contoh nyata bahwa persatuan dan kesatuan bangsa tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan negara, tetapi juga sebagai sahabat dan mitra rakyat dalam mewujudkan pembangunan.

Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang selama ini aktif mendampingi masyarakat dalam proses pembangunan jembatan, mengatakan bahwa hubungan antara TNI dan rakyat merupakan fondasi penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempercepat pembangunan.

“Bersama rakyat TNI kuat. Kebersamaan yang terjalin selama pembangunan Jembatan Gantung Garuda ini menunjukkan bahwa TNI dan masyarakat tidak dapat dipisahkan. Kami bekerja bersama, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama untuk kemajuan masyarakat,” ujar Pelda Aris.

Menurutnya, berbagai isu yang berupaya mengadu domba dan memecah belah persatuan harus disikapi dengan bijak. Masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan, memperkuat persaudaraan, serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi salah satu contoh nyata bagaimana sinergi antara TNI dan rakyat mampu menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat. Dengan semangat gotong royong, berbagai tahapan pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan menunjukkan progres yang terus meningkat.

Warga Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif TNI yang selalu hadir membantu masyarakat. Kehadiran Babinsa dan anggota Koramil 12/Bantarkawung di tengah-tengah warga memberikan semangat dan motivasi dalam menyelesaikan pembangunan yang selama ini menjadi harapan bersama.

Selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, Jembatan Gantung Garuda nantinya akan membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendukung akses pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Semangat gotong royong yang terus terpelihara selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa nilai-nilai persatuan masih hidup dan mengakar kuat di tengah masyarakat. Kebersamaan antara TNI dan rakyat menunjukkan bahwa pembangunan akan berjalan lebih cepat dan berhasil apabila dilandasi rasa saling percaya, saling menghormati, dan memiliki tujuan yang sama.

Dengan semangat “Bersama Rakyat TNI Kuat”, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang terus berjalan menuju tahap penyelesaian. Kemanunggalan TNI dan rakyat yang terjalin erat menjadi benteng kokoh dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menjadi kekuatan besar dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa.(Pen0713)