Brebes, Selasa (16/06/2026) – Semangat kebersamaan dan budaya gotong royong yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat kembali terlihat dalam proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Partisipasi aktif masyarakat dalam setiap tahapan pembangunan menjadi bukti nyata bahwa gotong royong masih menjadi modal utama dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Di tengah berlangsungnya pekerjaan pembangunan jembatan, warga dari kedua desa terus menunjukkan kepedulian dan dukungan yang tinggi. Mereka secara sukarela terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari membantu persiapan lokasi, mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, hingga menjaga lingkungan sekitar agar tetap kondusif selama proses pembangunan berlangsung.
Babinsa Koramil 13/Salem, Serda Usman M, yang secara rutin melakukan pendampingan dan pemantauan di lokasi pembangunan, menyampaikan bahwa budaya gotong royong yang dimiliki masyarakat merupakan kekuatan besar yang mampu mempercepat pelaksanaan pembangunan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan masyarakat. Dengan adanya semangat gotong royong, berbagai pekerjaan yang membutuhkan tenaga dan kerja sama dapat diselesaikan dengan lebih efektif dan efisien.
“Gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini, kita dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat saling membantu dan bekerja bersama demi kepentingan bersama. Semangat seperti inilah yang menjadi modal utama dalam mendukung keberhasilan pembangunan,” ujar Serda Usman M.
Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh tersebut menjadi harapan besar masyarakat karena diyakini akan membawa berbagai manfaat positif. Selain memperlancar akses transportasi antarwilayah, keberadaan jembatan juga akan mendukung aktivitas ekonomi, mempermudah distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap berbagai layanan publik.
Antusiasme masyarakat dalam mendukung pembangunan terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pembangunan jembatan. Kehadiran warga dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Selain memberikan manfaat secara fisik, semangat gotong royong yang tumbuh dalam proses pembangunan juga menciptakan hubungan sosial yang semakin erat antarwarga. Kebersamaan yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi salah satu nilai positif yang dapat memperkuat ketahanan sosial masyarakat di wilayah tersebut.
Tokoh masyarakat setempat mengungkapkan bahwa budaya gotong royong telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Salem. Oleh karena itu, ketika pembangunan Jembatan Perintis Garuda dimulai, warga dengan sukarela memberikan dukungan sesuai kemampuan masing-masing demi kelancaran pelaksanaan pembangunan.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga mendapat apresiasi karena dinilai mampu memberikan motivasi serta mendorong terciptanya kerja sama yang harmonis antara masyarakat dan berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan. Pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat dan kekompakan warga selama proses pembangunan berlangsung.
Dengan terus terjaganya budaya gotong royong, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat berjalan sesuai rencana dan selesai tepat waktu. Masyarakat berharap jembatan tersebut nantinya dapat menjadi sarana penghubung yang aman, nyaman, dan mampu meningkatkan kesejahteraan warga Desa Ganggawang maupun Desa Ciputuh.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi contoh nyata bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kuatnya semangat kebersamaan masyarakat. Ketika seluruh elemen bersatu dan bekerja sama, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan lebih mudah demi tercapainya tujuan bersama.
Budaya gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat Salem menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan Jembatan Perintis Garuda, sekaligus menjadi cerminan kuatnya persatuan dan kepedulian masyarakat dalam membangun daerah menuju masa depan yang lebih maju dan sejahtera.(Pen0713)







