BREBES – Komitmen TNI Angkatan Darat dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah kembali ditunjukkan melalui pendampingan yang dilakukan Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, pada pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Memasuki tahapan akhir pembangunan, Minggu (12/07/2026), Babinsa tetap hadir di tengah masyarakat untuk memastikan seluruh pekerjaan berjalan dengan baik sekaligus memberikan motivasi kepada warga yang terus bergotong royong menyelesaikan pembangunan.
Sejak dimulainya pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang melintasi Sungai Ciraja, Pelda Aris tidak pernah lepas dari kegiatan di lapangan. Kehadirannya bukan hanya sebagai aparat kewilayahan yang melaksanakan tugas pembinaan teritorial, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap membantu, mendengarkan, dan mencari solusi terhadap berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembangunan.
Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangat masyarakat. Di tengah padatnya aktivitas pembangunan, Babinsa terus memberikan dorongan agar warga tetap mengutamakan keselamatan kerja, menjaga kekompakan, serta mempertahankan kualitas pekerjaan sehingga jembatan yang dibangun benar-benar kuat, aman, dan memiliki usia pakai yang panjang.
Menurut Pelda Aris, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan atau banyaknya material yang tersedia, tetapi juga oleh kebersamaan dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat. Oleh karena itu, ia selalu berupaya hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Sebagai Babinsa, sudah menjadi tugas kami untuk terus mendampingi masyarakat. Kami ingin memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan pembangunan Jembatan Gantung Garuda,” ujar Pelda Aris.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan salah satu proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat Desa Bangbayang dan wilayah sekitarnya. Selama ini, Sungai Ciraja menjadi salah satu hambatan bagi mobilitas warga, terutama saat musim penghujan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu memberikan akses yang lebih aman, cepat, dan nyaman bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat juga menjadi pemandangan yang membanggakan. Warga dari berbagai kalangan tanpa ragu turut membantu pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang mengangkut material, menyiapkan peralatan, membersihkan area kerja, hingga membantu proses penyelesaian konstruksi. Kebersamaan tersebut menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan menjadi kekuatan besar dalam pembangunan desa.
Pendampingan yang dilakukan Babinsa juga memperlihatkan eratnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Hubungan yang harmonis antara aparat teritorial dan masyarakat telah menciptakan suasana kerja yang penuh kekeluargaan, saling menghormati, serta saling mendukung demi tercapainya tujuan bersama.
Keberadaan Jembatan Gantung Garuda nantinya diyakini akan membawa dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Selain memperlancar akses transportasi, jembatan ini akan mempermudah distribusi hasil pertanian, mempercepat akses menuju sekolah dan fasilitas kesehatan, serta membuka peluang berkembangnya aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kecamatan Bantarkawung.
Dengan terus hadirnya Babinsa dalam setiap tahapan pembangunan, masyarakat merasa semakin percaya diri dan termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan secara maksimal. Pendampingan tersebut menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya berperan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dalam mendukung pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi gambaran nyata bahwa keberhasilan sebuah pembangunan lahir dari sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah, dan masyarakat. Melalui semangat gotong royong, pengabdian tanpa pamrih, serta pendampingan yang berkelanjutan dari Babinsa Pelda Aris, harapan masyarakat untuk memiliki akses penghubung yang aman dan layak kini semakin dekat menjadi kenyataan. Jembatan ini diharapkan menjadi simbol kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus warisan pembangunan yang akan memberikan manfaat bagi generasi mendatang di Kabupaten Brebes.(Pen0713)









