Brebes, Selasa (07/07/2026) – Semangat “Bersama dan Bersatu” menjadi kekuatan utama yang mengiringi pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Kebersamaan yang terjalin antara masyarakat, pemerintah desa, dan TNI menjadi modal besar dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur yang telah lama dinantikan oleh warga kedua desa.
Sejak dimulainya pembangunan, masyarakat dari Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh menunjukkan rasa persaudaraan yang begitu kuat. Mereka datang secara bergantian ke lokasi pembangunan untuk melaksanakan kerja bakti, menyumbangkan tenaga, waktu, dan kemampuan yang dimiliki. Tidak ada perbedaan suku, status sosial, usia, maupun profesi. Seluruh warga bersatu dalam satu tekad, yakni menyelesaikan pembangunan Jembatan Perintis Garuda demi kepentingan bersama.
Di tengah semangat gotong royong tersebut, Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, terus hadir memberikan pendampingan, motivasi, dan pengawasan terhadap jalannya pembangunan. Kehadiran Babinsa menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, sekaligus memperkuat semangat persatuan yang telah tumbuh di tengah masyarakat.
Menurut Serda Usman M, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan material atau teknologi, tetapi juga oleh kuatnya rasa persatuan dan kepedulian antarwarga.
«”Ketika masyarakat memilih untuk bersama dan bersatu, tidak ada pekerjaan yang terlalu berat untuk diselesaikan. Jembatan Perintis Garuda adalah bukti bahwa kebersamaan mampu mengubah harapan menjadi kenyataan. Semangat persatuan inilah yang harus terus dijaga sebagai kekuatan dalam membangun desa,” ungkap Serda Usman M.»
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda memiliki arti yang sangat penting bagi masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Selama bertahun-tahun, warga mendambakan akses penghubung yang lebih aman dan lebih baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari. Dengan hadirnya jembatan tersebut, masyarakat berharap mobilitas menjadi lebih mudah, distribusi hasil pertanian lebih lancar, serta akses menuju fasilitas pendidikan, kesehatan, dan pusat ekonomi semakin cepat.
Semangat kebersamaan terlihat nyata di setiap sudut lokasi pembangunan. Para petani, pemuda, tokoh masyarakat, kaum perempuan, hingga para orang tua saling membantu tanpa mengenal lelah. Ada yang mengangkat batu, mengaduk semen, mengangkut material, maupun menyiapkan kebutuhan para pekerja. Semua dilakukan dengan penuh keikhlasan tanpa mengharapkan imbalan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga semakin mempererat hubungan antara TNI dan rakyat. Serda Usman M tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga ikut bekerja bersama masyarakat, memberikan arahan, serta memastikan seluruh pekerjaan berjalan dengan aman dan sesuai rencana. Pendampingan tersebut memberikan semangat tersendiri bagi masyarakat untuk terus menjaga kekompakan hingga pembangunan selesai.

Jembatan Perintis Garuda kini bukan hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi lambang persatuan masyarakat. Melalui proses pembangunan ini, hubungan sosial antarwarga semakin erat, rasa saling peduli semakin kuat, dan semangat gotong royong semakin tumbuh. Nilai-nilai tersebut menjadi warisan yang sangat berharga bagi generasi penerus.
Masyarakat berharap semangat “Bersama dan Bersatu” yang telah terbangun selama pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat terus dipelihara dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Mereka percaya bahwa desa yang maju hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat terus menjaga persatuan, saling mendukung, dan bekerja sama.
Dengan sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat segera rampung dan memberikan manfaat besar bagi seluruh warga. Jembatan tersebut akan menjadi penghubung bukan hanya antara Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh, tetapi juga menjadi penghubung harapan menuju masa depan yang lebih baik.
Jembatan Perintis Garuda mengajarkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan persatuan adalah jalan menuju kemajuan. Ketika masyarakat memilih untuk berjalan bersama, bekerja bersama, dan berjuang bersama, tidak ada impian yang terlalu besar untuk diwujudkan. Dari semangat “Bersama dan Bersatu” inilah lahir sebuah karya yang akan menjadi kebanggaan masyarakat hari ini dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang.(Pen0713)








