Brebes – Pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, terus berjalan dengan penuh semangat dan kebersamaan. Di balik setiap kemajuan pembangunan yang terlihat saat ini, terdapat satu nilai luhur yang menjadi kekuatan utama, yakni rasa peduli masyarakat terhadap kemajuan desa dan masa depan generasi penerus.
Rasa peduli tersebut tercermin dari tingginya partisipasi warga dalam setiap tahapan pembangunan. Masyarakat dari kedua desa terus hadir dan memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing. Ada yang membantu mengangkut material, menyiapkan kebutuhan para pekerja, membersihkan area pembangunan, hingga memberikan dukungan moral agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.
Pada kegiatan yang berlangsung Sabtu (27/06/2026), Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, kembali melaksanakan pendampingan dan pemantauan di lokasi pembangunan. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya menjaga semangat kebersamaan serta memastikan proses pembangunan berlangsung aman, tertib, dan sesuai dengan harapan masyarakat.
Menurut Serda Usman M, keberhasilan pembangunan Jembatan Perintis Garuda tidak terlepas dari tingginya rasa kepedulian warga terhadap lingkungan dan daerahnya. Masyarakat menyadari bahwa pembangunan jembatan tersebut bukan hanya untuk kepentingan hari ini, tetapi juga untuk masa depan anak cucu mereka.
“Yang membuat pembangunan ini terus berjalan dengan baik adalah rasa peduli masyarakat yang sangat tinggi. Mereka merasa memiliki jembatan ini, sehingga dengan sukarela ikut membantu tanpa mengharapkan imbalan. Kepedulian seperti inilah yang menjadi modal utama dalam membangun desa,” ujar Serda Usman M.

Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi harapan besar bagi masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Selama ini, akses penghubung antarwilayah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Dengan adanya jembatan yang lebih kokoh dan memadai, masyarakat berharap aktivitas sehari-hari menjadi lebih mudah, aman, dan efisien.
Selain mempermudah mobilitas warga, pembangunan jembatan juga diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Para petani akan lebih mudah mengangkut hasil panennya, akses menuju pasar menjadi lebih cepat, dan berbagai layanan pendidikan maupun kesehatan akan lebih mudah dijangkau.
Yang menarik dari pembangunan ini adalah keterlibatan hampir seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari para petani, tokoh masyarakat, pemuda, hingga kaum perempuan, semuanya menunjukkan kepedulian yang luar biasa. Mereka tidak menunggu untuk diminta, tetapi datang dengan kesadaran sendiri karena memahami pentingnya pembangunan tersebut bagi kemajuan desa.
Semangat kepedulian itu juga terlihat dari kebiasaan warga yang saling mengingatkan dan mengajak satu sama lain untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong. Kebersamaan yang terbangun selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa nilai-nilai sosial dan budaya gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat Salem.
Bagi masyarakat, Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar sarana penghubung fisik antara Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Lebih dari itu, jembatan tersebut telah menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kepedulian yang lahir dari keinginan bersama untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Kehadiran Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes di tengah masyarakat juga semakin memperkuat sinergi antara TNI dan rakyat. Pendampingan yang dilakukan menjadi bukti nyata bahwa pembangunan wilayah dapat berhasil ketika seluruh elemen masyarakat bersatu dan saling mendukung.
Masyarakat berharap semangat kepedulian yang telah tumbuh selama proses pembangunan ini dapat terus dipelihara, tidak hanya sampai Jembatan Perintis Garuda selesai dibangun, tetapi juga dalam berbagai kegiatan pembangunan lainnya di masa depan. Dengan rasa peduli yang tinggi, berbagai tantangan dapat dihadapi bersama demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bukti bahwa rasa peduli adalah kekuatan yang mampu menggerakkan masyarakat untuk bekerja bersama tanpa pamrih. Dari kepedulian lahir kebersamaan, dari kebersamaan lahir gotong royong, dan dari gotong royong terwujud pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat.(Pen0713)













