Brebes, Minggu (28/06/2026) – Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terjalin dalam pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Ganggawang dengan Desa Ciputuh, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes, menjadi gambaran nyata kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat teritorial yang melakukan pembinaan wilayah, tetapi juga sebagai sahabat, penggerak, dan mitra masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.
Dalam setiap tahapan pembangunan jembatan, Babinsa Koramil 13/Salem Kodim 0713/Brebes, Serda Usman M, senantiasa hadir mendampingi masyarakat. Mulai dari proses pembersihan lokasi, penggalian pondasi, pengangkutan material, hingga berbagai kegiatan gotong royong lainnya, Babinsa selalu berada di tengah-tengah warga, bekerja bersama dan memberikan motivasi agar semangat kebersamaan terus terjaga.
Pemandangan yang terlihat di lokasi pembangunan menjadi bukti bahwa hubungan antara TNI dan masyarakat bukan hanya sebatas hubungan formal, melainkan hubungan yang dilandasi rasa kekeluargaan dan kepedulian yang tulus. Serda Usman M tampak berbaur dengan masyarakat tanpa sekat, ikut membantu pekerjaan di lapangan, mendengarkan aspirasi warga, serta memberikan semangat kepada mereka yang terlibat dalam pembangunan.
Menurut Serda Usman M, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu bentuk kerja sama yang baik antara masyarakat dan TNI dalam mendukung kemajuan wilayah. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari semangat gotong royong dan kebersamaan yang telah menjadi budaya masyarakat Indonesia.
“Melalui pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini, kita dapat melihat bagaimana masyarakat dan TNI bekerja bersama dalam satu tujuan yang sama, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Inilah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang selama ini terus dijaga dan dipelihara,” ujar Serda Usman M.
Jembatan Perintis Garuda sendiri menjadi proyek yang sangat dinantikan oleh masyarakat Desa Ganggawang dan Desa Ciputuh. Keberadaannya diharapkan mampu membuka akses yang lebih baik bagi warga dalam menjalankan berbagai aktivitas sehari-hari. Selain mempermudah transportasi, jembatan ini juga akan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui kelancaran distribusi hasil pertanian dan aktivitas perdagangan.
Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Warga dari kedua desa secara bergantian melaksanakan kerja bhakti, menyumbangkan tenaga dan waktu mereka demi mempercepat penyelesaian pembangunan. Semangat tersebut semakin kuat dengan adanya pendampingan dari Babinsa yang selalu hadir memberikan motivasi dan teladan dalam bekerja.

Kemanunggalan TNI dan rakyat yang terlihat dalam pembangunan ini bukan hanya tercermin dari kerja fisik semata, tetapi juga dari hubungan emosional yang terjalin di antara keduanya. TNI hadir untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat, sementara masyarakat memberikan dukungan penuh terhadap berbagai upaya pembangunan yang dilakukan demi kemajuan bersama.
Banyak warga mengaku merasa bangga dan termotivasi dengan kehadiran Babinsa di lokasi pembangunan. Mereka menilai bahwa keterlibatan langsung TNI dalam kegiatan masyarakat memberikan semangat tersendiri serta memperkuat rasa persatuan dan kebersamaan di lingkungan mereka.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat mampu menghasilkan sesuatu yang besar dan bermanfaat. Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, berbagai tantangan yang dihadapi selama proses pembangunan dapat dilalui dengan baik.
Di tengah berbagai perubahan zaman, nilai-nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga persatuan dan mempercepat pembangunan di daerah. Kehadiran TNI yang dekat dengan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam mendorong terciptanya lingkungan yang aman, harmonis, dan produktif.
Masyarakat berharap semangat yang telah terbangun selama proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda dapat terus dipertahankan. Tidak hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lainnya yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi simbol nyata bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan sekadar slogan, melainkan sebuah kekuatan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat. Ketika TNI dan rakyat berjalan bersama, bekerja bersama, dan berjuang bersama, maka berbagai cita-cita pembangunan dapat diwujudkan demi masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.(Pen0713)








