BREBES – Semangat gotong royong dan kebersamaan terus menjadi kekuatan utama dalam pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Pada Rabu (13/5/2026), suasana di lokasi pembangunan menggambarkan dengan nyata makna peribahasa “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”.
Pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Ciraja tersebut tidak hanya menghadirkan kerja sama dalam bentuk tenaga, tetapi juga menunjukkan kuatnya rasa persaudaraan antara anggota TNI dan masyarakat. Seluruh pekerjaan dilakukan bersama-sama, tanpa membedakan tugas maupun peran, demi mewujudkan jembatan yang menjadi harapan warga.
Di lokasi pembangunan, anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat tampak saling membantu dalam setiap aktivitas pekerjaan. Mulai dari pengangkutan material, persiapan alat, hingga pengerjaan teknis dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.
Kondisi medan yang cukup menantang dan pekerjaan yang menguras tenaga tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap bekerja dengan kompak. Kebersamaan yang terjalin membuat setiap beban pekerjaan terasa lebih ringan dan mampu diselesaikan secara gotong royong.

Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang selalu aktif mendampingi kegiatan pembangunan, mengatakan bahwa peribahasa tersebut sangat tepat menggambarkan kondisi yang terjadi selama proses pembangunan Jembatan Gantung Garuda.
“Ringan sama dijinjing, berat sama dipikul benar-benar terlihat di sini. Semua saling membantu tanpa melihat siapa dan apa pekerjaannya. Inilah semangat gotong royong yang harus terus dijaga,” ujar Pelda Aris.
Menurutnya, kekompakan antara TNI dan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat pembangunan terus berjalan dengan baik. Ia juga mengapresiasi antusiasme warga yang selalu hadir membantu tanpa mengenal lelah.
Masyarakat Desa Bangbayang dan Desa Bantarkawung berharap pembangunan jembatan dapat segera selesai sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh seluruh warga. Mereka meyakini jembatan tersebut akan mempermudah akses transportasi serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Selain menjadi sarana penghubung, pembangunan Jembatan Gantung Garuda juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Nilai gotong royong yang terus hidup selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa budaya saling membantu masih terjaga dengan baik di wilayah pedesaan.
Dengan semangat “ringan sama dijinjing, berat sama dipikul”, pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Kecamatan Bantarkawung diharapkan dapat berjalan lancar hingga selesai. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat ini menjadi cerminan nyata persatuan dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi Kabupaten Brebes.(Pen0713)













