BREBES – Pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang, Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang signifikan. Setelah berbagai tahapan konstruksi utama berhasil diselesaikan, pada Sabtu (04/07/2026) pekerjaan difokuskan pada pengecatan hanger dan dudukan hamparan jembatan sebagai bagian dari proses penyempurnaan konstruksi sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Sejak pagi hari, suasana di lokasi pembangunan yang berada di lintasan Sungai Ciraja tampak dipenuhi aktivitas. Anggota Koramil 12/Bantarkawung bersama masyarakat dan tim pelaksana bekerja dengan penuh ketelitian melaksanakan pengecatan pada komponen hanger dan dudukan hamparan. Pekerjaan tersebut dilakukan secara bertahap untuk memastikan seluruh bagian konstruksi memperoleh perlindungan yang maksimal.
Hanger merupakan salah satu komponen penting pada jembatan gantung yang berfungsi menghubungkan kabel utama dengan hamparan atau lantai jembatan. Sementara itu, dudukan hamparan berperan sebagai penyangga utama lantai jembatan sehingga harus memiliki kekuatan dan ketahanan yang baik. Oleh karena itu, pengecatan tidak hanya bertujuan memperindah tampilan jembatan, tetapi juga melindungi material besi dari korosi, kelembapan, serta pengaruh cuaca sehingga umur konstruksi menjadi lebih panjang.
Babinsa Desa Bangbayang, Pelda Aris, yang setiap hari mendampingi jalannya pembangunan, mengatakan bahwa setiap tahapan pekerjaan memiliki peranan penting dalam menghasilkan jembatan yang berkualitas dan aman digunakan masyarakat.
“Pengecatan hanger dan dudukan hamparan merupakan bagian dari penyempurnaan konstruksi. Selain menjaga ketahanan material terhadap karat, pekerjaan ini juga menjadi persiapan sebelum memasuki tahapan akhir pembangunan sehingga nantinya jembatan benar-benar siap digunakan oleh masyarakat,” ujar Pelda Aris.
Menurutnya, pembangunan Jembatan Gantung Garuda hingga saat ini berjalan dengan baik berkat kerja sama yang solid antara TNI, pemerintah desa, tim teknis, dan masyarakat. Semangat gotong royong yang terus terpelihara menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.

Selama proses pekerjaan berlangsung, warga Desa Bangbayang tetap menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka dengan sukarela membantu berbagai pekerjaan sesuai kemampuan masing-masing. Kebersamaan yang tercipta di lokasi pembangunan menjadi gambaran nyata bahwa budaya gotong royong masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Pembangunan Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Setiap kemajuan yang dicapai merupakan hasil dari kebersamaan, kerja keras, dan rasa tanggung jawab seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Jembatan yang menghubungkan Desa Bangbayang dengan wilayah sekitarnya tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Selain memperlancar mobilitas warga, keberadaan jembatan akan mempercepat distribusi hasil pertanian, membuka akses ekonomi yang lebih luas, serta memudahkan masyarakat memperoleh pelayanan pendidikan dan kesehatan.
Pelda Aris menambahkan bahwa seluruh pekerjaan terus dilaksanakan dengan mengutamakan kualitas dan keselamatan kerja agar hasil pembangunan dapat bertahan dalam jangka panjang serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan melintasinya.
Dengan dilaksanakannya pengecatan hanger dan dudukan hamparan pada Sabtu (04/07/2026), pembangunan Jembatan Gantung Garuda semakin mendekati tahap akhir. Harapan masyarakat untuk segera menikmati manfaat jembatan tersebut pun semakin besar.
Semangat gotong royong, pengabdian, dan sinergi antara TNI dengan masyarakat yang terus terjaga selama proses pembangunan menjadi bukti bahwa pembangunan akan berhasil apabila dikerjakan bersama dengan penuh rasa tanggung jawab. Jembatan Gantung Garuda di Desa Bangbayang diharapkan menjadi warisan pembangunan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menjadi simbol persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Brebes.(Pen0713)










